Palembang - Baru 10 Persen perusahan jasa konstruksi pembangunan dan
pemborong yang memiliki dan melakukan pengurusan sertifikasi ulang di
pusa, padahal di sumsel jumlahnya sangat banyak. Di Palembang Askopindo Merupakan salah satu perusahan jasa konstruksi profesional yang telah melakuka sertifikasi.
Bendahara Umum Asosiasi Konstruksi Pemborong Indonesia BPD-BPC Askopindo Provinsi Sumsel, H Januarizkhan S.T. mengatakan, Minimnya perusahaan jasa konstruksi mengurus sertifikasi dikarenakan banyak kendala seperti kepengurusan pusat bermasalah, masalah biaya, kerta kelengkapan persyaratan yang kurang."Untuk itu, peran Askopindo membantu anggota agar bisa melengkapi data administrasi perusahaan nya sehingga bisa disertifikasi," bebernya disela sela acara Musyawarah daerah sekaligus pelantikan dan pengukuhan pengurus BPD-BPC Sumsel Kemarin.
Tahun ini ditargetkan semua anggota yang tergabung dalam Askopindo ini bisa disertifikasi. Disamping memajukan anggota dan pengurus serta pembina, bukan menjadi pesaing bagi asosiasi lainnya, kalau di Riau, Jakarta, Papua, dan Semarang asosiasi ini sudah banyak terbentuk. Menurutnya, masalah konversi klasifikasi perusahan berubah dari Great menjadi K1, K2. mau mengonversikan anggota terbaru sesuai edaran kementrian pekerjaan.
Bendahara Umum Asosiasi Konstruksi Pemborong Indonesia BPD-BPC Askopindo Provinsi Sumsel, H Januarizkhan S.T. mengatakan, Minimnya perusahaan jasa konstruksi mengurus sertifikasi dikarenakan banyak kendala seperti kepengurusan pusat bermasalah, masalah biaya, kerta kelengkapan persyaratan yang kurang."Untuk itu, peran Askopindo membantu anggota agar bisa melengkapi data administrasi perusahaan nya sehingga bisa disertifikasi," bebernya disela sela acara Musyawarah daerah sekaligus pelantikan dan pengukuhan pengurus BPD-BPC Sumsel Kemarin.
Tahun ini ditargetkan semua anggota yang tergabung dalam Askopindo ini bisa disertifikasi. Disamping memajukan anggota dan pengurus serta pembina, bukan menjadi pesaing bagi asosiasi lainnya, kalau di Riau, Jakarta, Papua, dan Semarang asosiasi ini sudah banyak terbentuk. Menurutnya, masalah konversi klasifikasi perusahan berubah dari Great menjadi K1, K2. mau mengonversikan anggota terbaru sesuai edaran kementrian pekerjaan.
